habibur
Minggu, 21 – Februari – 2010, 04:51:46
BANDUNG, itb.ac.id – Sabtu (20/02/10), Prof. Alibasyah Siregar, seorang putra terbaik ITB, meninggal dunia. Sempat dilarikan ke Rumah Sakit, almarhum kelahiran Pematang Siantar 56 tahun yang lalu itu menghembuskan nafas terakhir pada pukul 17.40 WIB. Kepergiannya meninggalkan bekas mendalam kepada civitas akademika dan jasa almarhum sebagai insan pendidik akan teringat lekat pada benak civitas ITB.

Prof. Alibasyah tercatat sebagai dosen Fakultas Teknik Industri ITB, anggota Guru Besar ITB, anggota Senat Akademik ITB, dan Wakil Rektor Keuangan, Perencanaan, dan Pengembangan ITB. “Orangnya tekun, taat beragama, dan sayang pada keluarga,” ujar Yahya Daulay, besan almarhum. Yahya juga menambahkan, almarhum tidak terlalu banyak bicara semasa hidupnya.

Jenazah disemayamkan di rumah duka Jl. Kanayakan Cihaur No.21, Bandung hingga disolatkan berjamaah di masjid setempat pukul 12.00 WIB keesokan harinya, Minggu (21/02/10). Selanjutnya, akan diadakan upacara penghormatan terakhir kepada almarhum di Aula Barat ITB pukul 13.00 WIB dan diikuti prosesi pemakaman satu jam setelahnya di TPU Cibarunai, Sarijadi, Bandung.

Almarhum meninggalkan seorang istri yang juga dosen ITB untuk mata kuliah Agama & Etika Islam, Qori Alibasyah Siregar, seorang putri, Chaerani Ratnasari Siregar, dan seorang putra berumur sembilan bulan bernama Zaki Siregar.

Reformis dan ahli Makro Ekonomi dan Industri Perbankan

“Seorang reformis ITB yang berani dan konsisten. Yang berhasil memodernkan sistem perencanaan ITB,” kenang Megawati Santoso, Ph.D, dosen Kimia ITB. Ucapan bela sungkawa pun terucap dari mahasiswa Teknik Industri, Rifqi, yang mengungkapkan, almarhum merupakan orang yang berwibawa tinggi dan merupakan dosen Teknik Industri yang ahli di bidang Makro Ekonomi dan Industri Perbankan.

Segala sesuatunya berasal dari Allah dan kepada-Nya lah kita akan kembali semua.
innalillahi wa inna ilaihi rojiun

originally written in http://itb.ac.id

Iklan