You are currently browsing the tag archive for the ‘review’ tag.

akhirnya kesampaian juga nonton ninja assasin tadi..

sekilas pas di prolog ngeliat–langsung ketahuan kalo ini film dewasa..ckckck..kenapa sih? lanjut…

dari rating imdb langsung ketahuan kalo film ini layak tonton, hehe.. aku pribadi males nonton film dengan rating rendah di bioskop, cuma buang-buang uang dan nggak worth. Kalo film yang kayaknya bagus, tapi rating-nya jelek, mending donlot aja, toh masih ada yang mau nge-rip jadi r5 nggak jelek.

Balik ke film-nya.. Film ini mengisahkan tentang seorang ninja yang bernama Raizo (Rain Oppa) yang dibesarkan di klan Ozunu. Tapi karena  temannya , Kiriko (Anna Sawai, Kylie Goldstein), dibunuh di depan matanya, pada akhirnya Raizo memberontak pada klan Ozunu. Dibantu oleh seorang agen Europol di Berlin dia mencari jejak-jejak Ozunu. Bertempur dengan ninja-ninja kawan seperguruannya dulu, Raizo berkali-kali harus luka parah. Sampai pada akhirnya dia tertangkap dan dibawa ke pimpinan klan Ozunu yang dulu dipanggilnya ayah.

Efek film ini lumayan. Banyak darah berceceran yang jelas.. dan banyak potongan-potongan tubuh berserakan di beberapa scene. Dan beberapa efek slow motion yang nggak kalah dengan film The Matrix. Overall, sentuhan komputer di film ini layak diacungi jempol.

Cerita film ini sendiri menggunakan alur campuran, alur cerita kesukaanku. Beberapa flashback pada awalnya nggak sadar kalau itu flashback. Ketegangan film ini sendiri ada di awal film, tengah film dan akhir film. Ketika nonton film ini, bahkan aku denger sebelahku sampai bilang, kok tegang terus ya… ­čśŤ thought that she doesn’t like as much as I am.

Disutradarai oleh James Mcteigue, ┬áfilm yang dirilis tanggal 25 November 2009 ini menuai sukses besar di pasaran. Rating yang tinggi menunjukkan kebolehan pembuat film dalam mencari sensasi yang masuk akal…

nggak penting,,ratingku buwat film ini : 6/10.

Iklan

huwa..kangen banget pengen nulis…akhirnya kesampaian juga…

mulai dengan review beberapa browser ah… aku pengen bahas beberapa browser : Firefox (the most popupar one), Opera (yang punya Turbo), Safari (yang punyanya apel), IE8 (yang bawaan Windows) dan Flock(yang aku pake sekarang.. ­čśŤ ), dan Google Chrome 4 (the best benchmark).

Dari mulai tampilan awal, terlihat bahwa Safari paling mengedepankan kenyamanan mata,,tampilan start pages yang disebut Safari sebagai “Top Pages” terlihat 3D. ┬áDengan sentuhan efek kaca pada bagian bawah, menegaskan bahwa situs-situs yang sering dikunjungi “dipasang di dinding” . ┬áPada bagian bawah, terdapat tulisan

As you browse the web, Safari will learn which websites are your favorites and display them above as your Top Sites.

Jadi tanpa kita mengisi form apapun, halaman ini akan otomatis menampilkan situs yang sering kita kunjungi.  Sedangkan pada Flock 2.5, tampilan awal yang diberikan adalah feature dan halaman login untuk situs jejaring sosial, (facebook, twitter, dan myspace), sharing foto dan video (YouTube, flickr, Truevo), webmail (Yahoo, Gmail,AOL), dan Blog (Blogger, WordPress, LiveJournal, Typepad, Blogsome). Dan bagian yang paling aku suka, status facebook,twitter dll bisa kita lihat di jendela sebelah kiri, jadi kayak explorer-nya windows, bisa juga nampilin status email. Lucunya lagi ada tombol juga buwat nampilin foto2 dari flickr ato video2 dari YouTube, jadi selagi berselancar bisa sambil ngeliat foto2 bagus, jendela ini letaknya di bawah address bar, kalo yang lebih seneng selancar, ini mengganggu sih,  tentunya makan bandwidth (poin minus) dan kalo buwat yang koneksinya lambat, menyiksa. Sedangkan di Opera, start page nya diberi nama Dial Up. Intinya sama aja dengan Safari, bisa untuk membuka halaman yang sering kita kunjungi. Bedanya dengan Safari adalah kita harus mengisi sendiri situs mana yang akan tampil di halaman muka ini. Oia, tambahan sedikit, di Safari, walaupun secara otomatis diisi, namun kita juga bisa menetapkan situs apa saja yang bisa selalu tampil dan situs apa saja yang nggak boleh tampil di start page.

Tentang IE8 dan Firefox 3.5 , kayaknya paling ketinggalan kalo urusan start page. Dia masih pake metode jaman dulu,,homepage, dan cuma 1 pula yang dibuka. Beda dikit dengan Google Chrome. Di Chrome, ada opsi untuk membuka beberapa halaman yang kita inginkan ketika pertama kali membuka Chrome. Ketika membuka tab baru, maka tampilan web yang sering kita kunjungi ada preview thumbnail-nya seperti pada safari walaupun tak semegah punya safari.

So, tentang tampilan menurutku :

  1. Safari 4.0
  2. Flock 2.4
  3. Chrome 4.0
  4. Opera 9.6 (bukan portable)
  5. Firefox 3.5
  6. IE8

Itu terlepas dari add-on yang bisa didownload lho…

Beberapa Tampilan awal :

firefox 3.5 (yang 3.6 belom nyoba)

flock 2.5

Opera 9.6

Google Chrome 4 (udah diganti skin)

Safari 4.0

Selain tampilan, ada juga yang penting tentang suatu browser, kecepatan akses dan beban untuk komputer. Yang ini aku nyontek dari web lain, nih hasilnya .. :

  1. Safari 4 (Total time: 910ms)
  2. Mozilla Minefield 3.2a1 (1,136ms)
  3. Google Chrome (1,177ms)
  4. Firefox 3 (3,250ms)
  5. Opera 9.6 (4,076ms)
  6. Internet Explorer 8 (5,839ms)
  7. Internet Explorer 7 (39,026ms)

kalo pake Mac ne hasilnya :

Tentang Flock, dia ubahan dari Firefox 2 kalo nggak salah, jadi kecepatan dan lain2 bisa merujuk ke Firefox 2.

hu’uh…aku masi seneng pake safari ato flock, tapi lagi nyobain pake chrome…

dan lumayan,, aku seneng bagian “simple” nya ,, nggak ada header di atas, jadi serasa fullscreen…

:p